• Home
  • About
  • Journal
  • Archive
  • Contact
Instagram Facebook LinkedIn

Fajar Dwi

Mesin Diesel (Diesel Engine) adalah mesin (engine) yang menggunakan solar sebagai bahan bakarnya, dan merupakan salah satu Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine) karena proses pembakarannya yang terjadi di dalam mesin. Mesin Diesel memiliki perbandingan kompresi (compression ratio) yakni 15:1 - 22:1.

Pada mesin diesel, bahan bakar solar dibakar oleh panas udara yang dikompresikan di dalam silinder. Untuk memenuhi kebutuhan pembakaran tersebut, maka temperatur udara yang dikompresi harus mencapai 500°C (932°F) atau lebih. Memiliki konstruksi yang lebih kuat agar mampu menahan tingkat kompresi yang tinggi.

Karakteristik Mesin Diesel

Mesin diesel memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan mesin bensin, antara lain :
  • Menggunakan bahan bakar solar
  • Memiliki konstruksi yang lebih kuat
  • Harga yang lebih mahal
  • Efisiensi panas yang tinggi
  • Lebih hemat bahan bakar
  • Getaran yang dihasilkan lebih besar
  • Tingkat kebisingan lebih tinggi

Prinsip Kerja Mesin Diesel

1. Langkah Hisap

Pada langkah hisap, saluran intake (masuk) terbuka dan piston membentuk kevakuman pada silinder yang kemudian udara terhisap masuk ke dalam silinder oleh kevakuman tersebut melalui saluran intake.

2. Langkah Kompresi

Pada langkah kompresi, saluran intake (masuk) dan saluran exhaust (buang) tertutup dan udara yang telah terhisap di dalam silinder dikompresi oleh piston. Udara yang dikompresi akan terus ditekan hingga tekanannya naik sekitar 30kg/cm² dan temperaturnya naik sekitar 500-800°C (932-1.472°F).

3. Langkah Usaha

Pada langkah usaha, ketika udara yang dikompresi memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi, injection nozzle menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi ke ruang bakar dalam bentuk kabut. Karena tekanan dan temperatur sangat tinggi sehingga bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle langsung terbakar dengan sendirinya. Ekspansi gas dari pembakaran mendorong piston untuk memutar crankshaft.

4. Langkah Buang

Pada langkah buang, saluran exhaust (buang) terbuka dan piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran untuk dibuang melalui saluran exhaust.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Dalam dunia otomotif, Distributor adalah salah satu komponen pada sistem pengapian mesin yang berfungsi untuk mendistribusikan/membagikan arus tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder sesuai dengan firing order (urutan pengapian).

Komponen-komponen distributor pada mobil

Bagian-bagian pada distributor :
  • Bagian Pemutus : Cam Lobe, Breaker Point (Platina)
  • Bagian Pembagi arus : Rotor, Distributor Cap (Tutup Distributor)
  • Bagian Pengaju Pengapian : Vacuum Advancer, Governer Advancer
  • Bagian Pengaman : Kondensor

Komponen-komponen Distributor

1. Cam (Cam Lobe)

Berfungsi untuk membuka kontak point platina (breaker point) pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder.

2. Breaker Point (Platina)

Breaker Point atau Platina pada distributor mobil

Berfungsi untuk memutus hubungan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil ke masa, sehingga akan terjadi induksi pada kumparan sekunder.

3. Kondensor

Kondensor pada distributor mobil

Berfungsi untuk menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan bunga api pada breaker point (platina).

Beberapa contoh kondensor :
  • Kondensor dengan kabel berwarna hijau, berkapasitas 0,15 µf
  • Kondensor dengan kabel berwarna kuning, berkapasitas 0,22 µf
  • Kondensor dengan kabel berwarna biru, berkapasitas 0,25 µf

4. Centrifugal Governer Advancer

Centrifugal Governer Advancer pada distributor mobil

Berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin. Bagian ini terdiri dari Governer Weight dan Governer Spring.

5. Vacuum Advancer

Vacuum Advancer pada distributor mobil

Berfungsi untuk memajukan atau mengundurkan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (kevakuman pada Intake Manifold) yang bisa bertambah atau berkurang.

6. Rotor

Rotor pada distributor mobil

Berfungsi untuk membagikan arus listrik bertegangan tinggi yang telah dihasilkan oleh ignition coil ke busi di masing-masing silinder sesuai urutan pengapian (Firing Order).

7. Distributor Cap (Tutup Distributor)

Tutup distributor mobil

Berfungsi untuk membagikan arus listrik bertegangan tinggi yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder sesuai urutan pengapian.

8. Distributor Gear

Distributor gear pada distributor mobil

Berfungsi untuk menggerakkan rotor. Gear pada distributor ini digerakkan oleh camshaft pada mesin. Jumlah gigi pada gear distributor ada 12 buah gigi. Jika camshaft pada mesin berputar 2 kali putaran, maka gear pada distributor juga akan berputar sampai 2 kali putaran, dan crankshaft berputar sampai 4 kali.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Older Posts

About Me


Seorang lulusan SMK yang hobi
blogging, mendengarkan lagu,
dan membaca buku.

[ Read More ]

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2025 (16)
    • ▼  September (8)
      • Mesin Diesel | Pengertian, Karakteristik, dan Prin...
      • Distributor | Pengertian dan Komponennya
      • Listrik | Pengertian, Dasar, dan Jenisnya
      • Sistem Pengapian Konvensional | Komponen dan Cara ...
      • Mesin 4 Tak | Pengertian dan Cara Kerja
      • Mesin 2 Tak | Pengertian dan Cara Kerja
      • Hand Tool | Pengertian, Macam, dan Fungsinya
      • Otomotif | Pengertian serta Ilmu Pengetahuannya
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2021 (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (5)
    • ►  November (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  July (1)

Copyright © 2015 Fajar Dwi