• Home
  • About
  • Journal
  • Archive
  • Contact
Instagram Facebook LinkedIn

Fajar Dwi

[ Image credit: Kjartan Einarsson ]

Ada sebuah kisah tentang seorang ayah yang memberikan arloji tua miliknya kepada anaknya. Sebuah kisah yang memiliki makna luar biasa yang terkandung di dalamnya. Mungkin kalian sudah sering mendengar cerita ini, tapi aku akan menceritakan kembali kisah tersebut dalam artikel ku ini.

Berikut ini adalah kisah tentang sebuah arloji tua yang akan ku ceritakan pada kalian.

◈ ◈ ◈
Suatu hari, ada seorang ayah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Merasa umurnya sudah tidak panjang lagi, dia memanggil anaknya lalu memberikan sebuah arloji tua miliknya kepada anaknya sambil berkata:

“Nak, arloji milik ayah ini adalah warisan dari kakek buyutmu, usia arloji ini sudah lebih dari 200 tahun. Sebelum ayah mewariskannya padamu, ayah ingin kamu bawa arloji tua ini ke toko jam di seberang jalan itu.” ucap sang ayah.

“Katakan pada pemilik toko bahwa kamu akan menjualnya dan tanyakan padanya berapa harga untuk arloji tua ini, setelah itu kembalilah ke sini.” pinta sang ayah. Lalu, si anak pun pergi ke toko jam tersebut.

Tidak lama kemudian, si anak kembali dan berkata pada ayahnya: “Pemilik toko jam itu bilang bahwa arloji ini sudah sangat tua jadi harganya hanya 5 dollar saja.”

Kemudian sang ayah berkata: “Sekarang cobalah kamu bawa arloji tua ini ke toko barang antik. Katakan pada pemilik toko bahwa kamu akan menjualnya dan tanyakan padanya berapa harga untuk arloji tua ini, setelah itu kembalilah ke sini.”

Setelah si anak pergi ke toko barang antik, dia pun kembali dan berkata pada ayahnya: “Pemilik toko barang antik itu bilang bahwa harga arloji ini mencapai 5000 dollar.”

Kemudian sang ayah pun berkata lagi: “Sekarang cobalah kamu bawa arloji tua ini ke museum. Katakan pada mereka bahwa kamu akan menjualnya dan tanyakan pada mereka berapa harga untuk arloji tua ini, setelah itu kembalilah ke sini.”

Setelah si anak pergi ke museum, dia pun kembali dan berkata pada ayahnya: “Ketika aku menanyakan berapa harga arloji ini pada mereka, mereka lalu mendatangkan seorang pakar arloji untuk memperkirakan harganya.” ujar si anak.

“Setelah mereka mengatakan bahwa harga arloji ini sangat tinggi, mereka pun menawarkan padaku 5000.000 dollar untuk arloji ini.” lanjut si anak menceritakan kepada ayahnya.

Setelah si anak menceritakan kepada ayahnya, sang ayah pun tersenyum sambil berkata: “Nak, ayah sedang mengajarkan padamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat.” jelas sang ayah.

“Jika kamu berada di tempat dan lingkungan yang tidak tepat denganmu, maka janganlah kamu marah kalau tidak ada yang menghargaimu. Pada akhirnya, urusanmu bukan lagi dengan mereka melainkan dengan Tuhan, maka hendaklah tetap berbuat baik pada siapapun.” pesan sang ayah yang menasihati anaknya.
◈ ◈ ◈

Mungkin di beberapa versi, kisah ini memiliki model cerita yang berbeda. Tetapi inti dari kisah ini sama dan mempunyai pesan moral yang sama. Kisah ini mengingatkan kepada kita bahwa mereka yang memahamimu dan mengetahui nilaimu pasti akan selalu menghargaimu.

Ketahui Nilai dari Dirimu

Setiap manusia itu bernilai. Setiap manusia itu berharga. Bahkan, orang cacat pun juga bernilai dan berharga. Ketika kamu berada di tempat yang tidak tepat, maka keberadaanmu tidak akan dihargai. Jika kamu tidak dihargai, maka pergilah ke tempat dimana dirimu dihargai.

Jangan menempatkan dirimu di tempat yang tidak tepat dengan nilaimu. Kamu harus tahu berapa nilai dalam dirimu, dengan begitu kamu bisa tahu dimanakah tempat yang sesuai untukmu. Dengan berada di tempat yang tepat, maka kamu bisa menghargai orang lain, dan kamu bisa merasakan rasanya dihargai.

Dirimu itu berharga. Tapi tidak hanya dirimu, orang lain juga berharga. Maka jangan pernah menghina atau merendahkan siapapun juga, karena bisa jadi orang yang dihina atau direndahkan justru lebih baik daripada orang yang menghina atau orang yang merendahkan.
Share
Tweet
Pin
Share
6 Komentar
[ Image credit: Personal Document ]
 
Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang ditujukan sebagai wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni. Taman yang berlokasi di Kota Semarang ini diresmikan oleh Pemerintah Kota Semarang dan Bakti Budaya Djarum Foundation pada tanggal 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya yang kelima. 

Sebelum Covid-19 menyerang, aku sering mengunjungi taman ini ketika sedang bosan di rumah. Pemandangan baru yang sebelumnya tidak tersedia membuat aku merasa nyaman berkeliling di Taman Indonesia Kaya. Selain panggung yang besar dengan atap berwarna hijau, taman tersebut juga terdapat bangku-bangku. Di sana ada sebuah bangku yang menjadi tempat duduk favorit ku, berada di bawah pohon, mengarah ke panggung, dan tidak jauh dari tempat sampah. Di bangku itu pula aku sering bertemu dengan orang-orang unik dengan cerita-cerita yang unik pula.
 
Bangku taman favorit ku setiap ke Taman Indonesia Kaya
 

Bertemu SPG dan SPB

Beberapa kali aku bertemu dengan SPG (Sales Promotion Girl) ataupun SPB (Sales Promotion Boy) yang menawarkan produk mereka kepada ku, salah satu contohnya yakni seorang SPB yang menawarkan ku sebuah alat pencukur jenggot elektrik yang menggunakan tenaga baterai dan bisa di-charge bila baterai tersebut habis.


Bertemu Hitchhiker

Ketika aku duduk sendiri sambil bermain HP, tiba-tiba ada seorang pria yang umurnya bisa dibilang sudah bapak-bapak dengan tubuh kurus, berkulit sawo matang, berkaos hitam, dan penampilannya agak kotor karena debu jalanan. Dia menghampiri ku dan meminta izin untuk duduk di sebelah ku, “Mas, saya boleh duduk di sebelahnya mas?”, “Oh iya pak”, jawab ku.

Dia terlihat lelah dan kemudian meminta minuman pada ku, tapi sayangnya aku tidak punya. Aku memberitahu padanya bahwa ada keran air siap minum yang tidak jauh dari bangku yang kami tempati. Namun dia tidak percaya bila air itu bersih untuk diminum. Dia berpikir jika keran air siap minum tersebut mungkin saja sudah pernah dipakai untuk cuci tangan seseorang.

Lalu dia pun bercerita kepada ku tentang dirinya yang sedang melakukan perjalanan ke suatu kota (aku lupa nama kota tersebut). Dia bercerita bahwa dia sudah traveling dari kota ke kota untuk pergi ke kota tujuannya. Dia melakukan perjalanan tersebut tanpa kendaran ataupun uang yang mencukupi, sehingga dia harus menumpang kendaraan orang lain untuk melakukan perjalanan. Hitchhiker, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan bapak tersebut.

Hitchhiker adalah istilah untuk mereka yang melakukan perjalanan dengan menebeng (numpang) pada kendaraan orang yang tidak dikenal. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh para hitchhiker disebut dengan hitchhiking, yaitu sebuah cara mendapatkan transportasi dengan meminta pada orang asing untuk memperbolehkan mereka menumpang pada kendaraan orang asing tersebut.Setelah beberapa menit kami mengobrol, bapak itu pun berpamitan untuk melanjutkan lagi perjalanannya.


Bertemu Lelaki Gemuk

Di hari yang berbeda, tapi masih di keadaan yang sama yaitu saya sedang bermain HP di bangku taman favorit saya. Ada seorang laki-laki bertubuh gemuk, berkaos hitam, dan celana pendek berwarna hitam datang menghampiri saya. Lalu dia meminta izin untuk duduk di sebelah saya, “Mas, saya boleh duduk di sebelahnya gak?”, saya pun memperbolehkannya, “Oh boleh mas”, jawab saya.

Mas-mas itu pun mengajak ngobrol saya, dia mulai bertanya pada saya, “Mas, rumahnya mana?”, kemudian saya menjawab, “Rumah saya gak jauh dari sini, belakangnya Polda”. Kemudian kami pun mengobrol basa-basi sampai beberapa menit. Dia pun bercerita tentang keinginannya untuk berjualan lumpia di depan sebuah minimarket.

Dia bercerita bahwa dia ingin membuka usaha untuk berjualan lumpia di depan sebuah minimarket, namun dia membutuhkan modal untuk berjualan. Saya yang tidak tahu harus merespon bagaimana, hanya cukup mendengarkan ceritanya sambil menganggukkan kepala. Setelah kami mengobrol cukup lama sambil saya mendengarkan ceritanya, dia pun berpamitan pada saya.


Bertemu Seorang Pria Tua

Waktu itu saya duduk di bangku taman favorit saya dari sore hingga malam tiba. Tiba-tiba ada seorang pria yang sudah tua (alias mbah-mbah) duduk di sebelah saya sambil permisi. Meskipun dia sudah tua, tetapi saya tetap memanggilnya “pak” agar lebih menghormati. Dengan pakaian yang kotor, rambut putih, dan tas kecil yang berisi banyak sekali kertas serta obat-obatan, dia menceritakan tentang perjalanannya.

Dengan nada suara yang ramah, dia bercerita bahwa dirinya sedang melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk mengunjungi makam-makam para kiai. Saya pun bertanya tentang alasan mengapa dirinya berkunjung ke makam-makam para kiai dari kota ke kota. Dia menjawab pertanyaan saya sambil bercerita bahwa dirinya diberi tugas oleh ‘guru’nya untuk berkunjung dan berziarah ke makam-makam para kiai.

Saya tidak tahu maksud ‘guru’ yang dia katakan, namun saya hanya mendengarkan ceritanya sampai habis. Kami pun mengobrol sampai beberapa menit sampai akhirnya dia berpamitan kepada saya untuk melanjutkan perjalanannya. Kemudian hujan pun turun dan saya berpindah tempat ke panggung taman untuk berteduh. Hujan semakin deras dan beberapa pengunjung taman ikut berteduh di bawah atap panggung.


Setelah hujan mereda saya pun pulang ke rumah karena hari sudah malam. Lampu-lampu taman pun juga sudah menyala. Mungkin suatu hari saya akan bertemu dengan orang-orang unik lainnya dengan cerita yang unik lainnya. Setiap orang pasti punya cerita dan latar belakang tersendiri dalam kehidupannya, dimana orang lain tidak akan pernah tahu karena orang lain pun juga punya cerita dalam kehidupan mereka.
Share
Tweet
Pin
Share
6 Komentar
[ Image credit: pikisuperstar ]

Di era milenial dan era generasi Z seperti ini banyak orang yang menggunakan media sosial, salah satunya adalah Facebook. Dengan warna brand biru dan logo dengan huruf “ f ” nya, Facebook masih tetap exist sampai sekarang. Mark Zuckerberg bersama teman-temannya mendirikan Facebook pertama kali pada tahun 2004, saat itu mereka masih menjadi mahasiswa di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Facebook adalah media sosial pertama yang ku miliki, waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 4 SD (Sekolah Dasar). Sekitar tahun 2009, saya dibuatkan akun Facebook oleh teman sekolah ku. Karena aku hanya punya handphone jadul yang tidak bisa digunakan untuk mengakses internet, aku harus pergi ke warnet (warung internet) untuk bisa mengakses Facebook.

Pertama Kali Bermain Game Online

[ Image credit: Ninja Saga ]

Sebagai seorang bocah yang tidak terlalu paham fungsi dan kegunaan media sosial, setiap kali aku mengakses Facebook di warnet hanya untuk bermain game online yang disediakaan oleh platform Facebook saat itu. Game online pertama kali yang aku mainkan adalah Ninja Saga. Tidak hanya aku saja, beberapa teman ku juga bermain game yang sama. Kemudian teman-teman ku mulai beralih ke game Dragon City, namun aku sudah tidak lagi bermain game online di Facebook.

Masih Amatir dengan Fitur “Tambah Teman”

Selain bermain game online, aku juga mempelajari fitur-fitur yang ada di Facebook. Salah satu fitur Facebook yaitu “Add Friend“ merupakan fitur yang berfungsi untuk menambahkan teman. Karena waktu SD, aku masih belum begitu nalar dalam menggunakan Facebook, aku selalu menekan tombol “Add Friend” setiap kali muncul profil seseorang di bagian “saran teman” termasuk orang yang sama sekali tidak ku kenal.

Orang Hilang Gara-gara Facebook

Facebook menjadi media sosial yang sangat populer kala itu, karena masih belum ada media sosial lain yang se-populer Facebook. Banyak orang yang menggunakan Facebook, mulai dari orang dewasa sampai bocah SD. Ketika aku sudah kelas 9 SMP, sebuah berita di TV mengabarkan kasus orang hilang karena berkenalan dengan orang asing melalui Facebook.

Aku heran, ada orang yang percaya begitu saja dengan seseorang yang sama sekali tidak tahu identitasnya. Di dalam dunia maya, siapa saja bisa menjadi apa saja. Seorang laki-laki bisa menjadi seorang perempuan, seorang preman bisa menjadi seorang yang berpendidikan, dan masih banyak lagi modelnya.

Sebab itulah sangat penting untuk bersikap bijak menggunakan media sosial. Jangan terlalu detail atau lengkap dalam mencantumkan identitas kita di profil media sosial, jangan terlalu mudah percaya dengan akun seseorang yang tidak kita kenal, jangan menerima begitu saja informasi yang tersebar di media sosial, dan juga jangan sembarangan dalam memposting sesuatu di media sosial.

Nama-nama Alay Pengguna Facebook


Waktu aku masih SMP, banyak orang yang membuat nama profil mereka terkesan unik dan "alay". Kata “alay” sendiri sebenarnya berasal dari singkatan “Anak Layangan” yang merujuk ke arah “kampungan”. Karena pada umumnya, anak-anak yang tinggal di kampung biasanya suka bermain layangan. Kata “Alay” juga setara dengan kata “Lebay” yang terkesan over acting yaitu perilaku atau gaya yang dianggap berlebihan dan selalu berusaha untuk menarik perhatian.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Komentar
[ Image credit: Michal Jarmoluk ]

Banyak orang yang berkata bahwa “Buku adalah jendela ilmu”, jendela yang akan memberikan kita ilmu untuk bisa melihat dunia. Dengan membaca buku, kita dapat membuka jendela tersebut dan mendapatkan banyak sekali ilmu untuk bisa lebih mengetahui luasnya dunia. Kegiatan membaca ini dapat dilakukan oleh siapa pun, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang-orang yang sudah lanjut usia.

Di era digital ini, banyak orang yang lebih memilih untuk berselancar di internet ketika mencari suatu informasi. Bagi mereka, mencari di internet itu jauh lebih mudah, cepat, dan sangat praktis, karena ada banyak sekali informasi yang dapat dimuat di dalam internet dan juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Dengan internet, kita memang bisa mencari informasi dengan lebih mudah, cepat, dan sangat praktis, serta dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tetapi, kelebihan buku dibandingkan internet yaitu buku dapat memberikan ilmu atau informasi yang mungkin saja tidak dapat diberikan oleh internet.

Ada banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan bila kita rajin membaca buku. Dengan membaca, kita bisa menjadi lebih fokus dan juga dapat meningkatkan kemampuan otak kita. Selain itu, masih ada lagi beberapa manfaat dari membaca buku yaitu sebagai berikut.

1. Menstimulasi Mental dan Mencegah Alzheimer

Penelitian menunjukkan bahwa tetap terstimulasi secara mental dapat memperlambat atau bahkan mencegah penyakit Alzheimer. Penurunan kemampuan mental mudah menyerang orang-orang lansia. Salah satunya adalah Alzheimer yaitu penyakit pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat dan fungsi kognitif pada seseorang. Sampai saat ini belum ada obat penawar bagi penyakit Alzheimer, akan tapi penyakit ini dapat dicegah dengan cara memperbanyak aktifitas membaca.

2. Menambah Wawasan dan Pengetahuan

Membaca buku sebanyak-banyaknya dapat memperluas pengetahuan dan mendatangkan banyak pembelajaran baru dalam hidup seseorang. Semakin banyak kita membaca, maka akan semakin banyak pula pengetahuan baru yang bisa kita dapatkan. Segala sesuatu yang kita baca akan mengisi otak kita dengan informasi dan pembelajaran baru. Selain itu, membiasakan diri untuk membaca sejak dini dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Semakin banyak yang kamu baca, maka semakin banyak hal yang kamu ketahui. Semakin banyak yang kamu pelajari, maka semakin banyak tempat yang akan kamu kunjungi.
– Dr. Seuss


3. Memperbanyak Kosakata

Aktifitas membaca juga dapat memperbanyak jumlah kosakata dalam otak kita. Semakin banyak kita membaca, maka akan semakin banyak pula kosakata baru yang kita temukan dan hal itu akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari termasuk karir kita. Banyak membaca buku bisa mempelajari bahasa baru dan kita juga bisa meningkatkan kemampuan berbicara.

4. Mengurangi Tingkat Stress

Stres dapat menghampiri kapan saja dan dimana saja. Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab datangnya stres, mulai dari tekanan pekerjaan, lalu lintas yang macet, masalah keluarga, atau bahkan hal-hal kecil yang menjadi penyebab lain dari datangnya stres. Meluangkan waktu sekitar 6 menit untuk membaca, level stres dapat berkurang hingga 68%. Hal ini dikarenakan segala imajinasi yang muncul ketika membaca buku mampu mengajak pembaca untuk melupakan sejenak stres yang sedang dialami.

Books make great gifts because they have whole worlds inside of them.
– Neil Gaiman


5. Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Tidak hanya tubuh manusia yang butuh olahraga, otak manusia juga membutuhkan olahraga untuk mempertahankan fungsi dan kemampuannya. Salah satu cara untuk membuat otak berolahraga yaitu dengan membaca buku. Membaca buku mampu melatih daya ingat dan konsentrasi seseorang. Dengan rajin membaca buku, otak kita akan terbiasa mengolah pikiran, memori, dan konsentrasi, serta fokus terhadap suatu hal selama beberapa waktu.

Sebenarnya masih ada banyak lagi manfaat-manfaat penting yang bisa kita dapatkan bila kita rajin membaca buku, salah satu manfaat bagi diriku sendiri yaitu hiburan gratis. Karena membaca buku merupakan suatu hiburan tersendiri untuk diriku. Aku merasa terhibur dengan setiap bacaan yang terdapat di dalam buku. Dengan begitu, aku bisa terhindar dari kebiasaan scrolling instagram.



Referensi:

  • Nafisah, S. (2019). “Inilah 5 Manfaat yang Kamu Dapatkan Jika Rajin Membaca” Bobo.id. Diakses pada: 21 Oktober 2020.
  • Supriyatna, I. (2017). “10 Manfaat Mengapa Anda Harus Membaca Setiap Hari” Kompas.com. Diakses pada: 21 Oktober 2020.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Komentar
[ Image credit: Glenn Carstens-Peters ]

Blog merupakan singkatan dari Web Log, yaitu suatu bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan yang dimuat sebagai postingan pada sebuah halaman web. Blog dapat diakses oleh siapa saja yang mengakses internet sesuai dengan topik dan tujuan dari pengguna blog tersebut. Orang yang membuat blog dan menulis berbagai topik artikel di dalam blog disebut dengan Blogger. Terdapat berbagai macam jenis blog, salah satunya adalah blog pribadi.

Apa Itu Blog Pribadi?

Menurut Wikipedia, Blog Pribadi (Personal Blog) adalah buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman. Jadi, blog pribadi ini bisa menjadi sebuah buku jurnal digital yang dapat diakses secara online. Tidak hanya gambar atau foto saja, kita juga bisa menyertakan video, gambar animasi, link dan sebagainya ke dalam blog pribadi tersebut.

Blog Pribadi berbeda dengan jenis blog yang lainnya karena dengan blog pribadi titik fokusnya ada pada penulisnya. Semua kejadian dan peristiwa yang dialami oleh penulis bisa menjadi isi atau topik artikel di dalam blog pribadi tersebut. Dan hampir semua jenis blog lainnya akan berfokus pada pengguna atau pembaca.

Blog Pribadi merupakan blog yang ditulis oleh siapa saja yang suka berbagi ide. Ada blog pribadi yang menginspirasi, dan ada pula blog pribadi yang menyenangkan. Banyak blog pribadi yang digunakan sebagai platform untuk mempromosikan bakat blogger, baik itu untuk memperlihatkan tulisan mereka, untuk menjual buku mereka, atau untuk mengiklankan layanan mereka sebagai penulis konten.

Kriteria Blog Pribadi Yang Bagus

Sebagai pemilik dari blog pribadi ini, tentu saja saya harus mengerti dan memahami apa saja kriteria yang menentukan seberapa baik dan bagus dari blog. Berikut ini adalah beberapa kriteria yang dapat menentukan seberapa baik dan bagus dari sebuah blog pribadi.

1. Bersifat Positif

Blog pribadi yang baik dan bagus sudah pasti harus berisi konten yang bersifat positif. Bukan blog yang berisi hal-hal negatif dan berbahaya seperti hal-hal cabul, pornografi, judi online, konten provokasi (provocative content), hoaks (hoax), berita palsu (fake news), ataupun informasi yang menyesatkan (misleading information).

2. Bermanfaat

Blog pribadi yang baik harus memenuhi aspek expediency (kemanfaatan) atau aspek usability (kegunaan). Blog yang baik adalah blog yang dapat bermanfaat bagi banyak pengunjung blog, sehingga blog tersebut berpotensi mendapatkan kepercayaan dari banyak orang terutama para pembaca.

3. Good Looking

Blog pribadi yang bagus harus memiliki tampilan yang bagus dan tata letak yang tersusun rapi. Sehingga para pembaca akan merasa nyaman untuk membaca setiap konten/artikel yang di-publish oleh author. Aspek ini mencakup banyak hal, seperti background, font, warna, widget, gambar, animasi, dan sebagainya.

4. Responsive

Blog pribadi harus memiliki tampilan yang responsif, artinya tampilan blog harus bisa beradaptasi dengan berbagai perangkat (entah perangkat mobile maupun perangkat desktop). Tampilan blog harus mobile-friendly agar tampil rapi ketika dibuka di perangkat mobile (smartphone), karena saat ini pengguna internet lebih banyak menggunakan smartphone untuk berselancar di internet.

5. Fast Loading

Blog pribadi harus mempunyai load time (waktu memuat) yang cepat yaitu di bawah 4 detik. Blog yang memiliki load time yang lama akan membuat pengunjung blog merasa bosan menunggu, atau merasa kesal jika gambar pada blog terlalu lama muncul. Blog pribadi yang bagus harus dapat memuat konten dengan cepat, entah di mobile ataupun di desktop (komputer).
Share
Tweet
Pin
Share
4 Komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me


Seorang lulusan SMK yang hobi
blogging, mendengarkan lagu,
dan membaca buku.

[ Read More ]

Total Pageviews

Blog Archive

  • ►  2025 (16)
    • ►  September (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2021 (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ▼  2020 (5)
    • ▼  November (3)
      • Kisah sebuah Arloji Tua
      • Bertemu Orang-orang Unik di Taman Indonesia Kaya
      • Facebook, Media Sosial yang Masih Populer
    • ►  October (1)
      • 5 Manfaat Penting dari Membaca Buku
    • ►  September (1)
      • Apa yang Dimaksud Blog Pribadi
  • ►  2017 (1)
    • ►  July (1)

Copyright © 2015 Fajar Dwi