• Home
  • About
  • Journal
  • Archive
  • Contact
Instagram Facebook LinkedIn

Fajar Dwi

Mesin Diesel (Diesel Engine) adalah mesin (engine) yang menggunakan solar sebagai bahan bakarnya, dan merupakan salah satu Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine) karena proses pembakarannya yang terjadi di dalam mesin. Mesin Diesel memiliki perbandingan kompresi (compression ratio) yakni 15:1 - 22:1.

Pada mesin diesel, bahan bakar solar dibakar oleh panas udara yang dikompresikan di dalam silinder. Untuk memenuhi kebutuhan pembakaran tersebut, maka temperatur udara yang dikompresi harus mencapai 500°C (932°F) atau lebih. Memiliki konstruksi yang lebih kuat agar mampu menahan tingkat kompresi yang tinggi.

Karakteristik Mesin Diesel

Mesin diesel memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan mesin bensin, antara lain :
  • Menggunakan bahan bakar solar
  • Memiliki konstruksi yang lebih kuat
  • Harga yang lebih mahal
  • Efisiensi panas yang tinggi
  • Lebih hemat bahan bakar
  • Getaran yang dihasilkan lebih besar
  • Tingkat kebisingan lebih tinggi

Prinsip Kerja Mesin Diesel

1. Langkah Hisap

Pada langkah hisap, saluran intake (masuk) terbuka dan piston membentuk kevakuman pada silinder yang kemudian udara terhisap masuk ke dalam silinder oleh kevakuman tersebut melalui saluran intake.

2. Langkah Kompresi

Pada langkah kompresi, saluran intake (masuk) dan saluran exhaust (buang) tertutup dan udara yang telah terhisap di dalam silinder dikompresi oleh piston. Udara yang dikompresi akan terus ditekan hingga tekanannya naik sekitar 30kg/cm² dan temperaturnya naik sekitar 500-800°C (932-1.472°F).

3. Langkah Usaha

Pada langkah usaha, ketika udara yang dikompresi memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi, injection nozzle menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi ke ruang bakar dalam bentuk kabut. Karena tekanan dan temperatur sangat tinggi sehingga bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle langsung terbakar dengan sendirinya. Ekspansi gas dari pembakaran mendorong piston untuk memutar crankshaft.

4. Langkah Buang

Pada langkah buang, saluran exhaust (buang) terbuka dan piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran untuk dibuang melalui saluran exhaust.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Dalam dunia otomotif, Distributor adalah salah satu komponen pada sistem pengapian mesin yang berfungsi untuk mendistribusikan/membagikan arus tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder sesuai dengan firing order (urutan pengapian).

Komponen-komponen distributor pada mobil

Bagian-bagian pada distributor :
  • Bagian Pemutus : Cam Lobe, Breaker Point (Platina)
  • Bagian Pembagi arus : Rotor, Distributor Cap (Tutup Distributor)
  • Bagian Pengaju Pengapian : Vacuum Advancer, Governer Advancer
  • Bagian Pengaman : Kondensor

Komponen-komponen Distributor

1. Cam (Cam Lobe)

Berfungsi untuk membuka kontak point platina (breaker point) pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder.

2. Breaker Point (Platina)

Breaker Point atau Platina pada distributor mobil

Berfungsi untuk memutus hubungan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil ke masa, sehingga akan terjadi induksi pada kumparan sekunder.

3. Kondensor

Kondensor pada distributor mobil

Berfungsi untuk menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan bunga api pada breaker point (platina).

Beberapa contoh kondensor :
  • Kondensor dengan kabel berwarna hijau, berkapasitas 0,15 µf
  • Kondensor dengan kabel berwarna kuning, berkapasitas 0,22 µf
  • Kondensor dengan kabel berwarna biru, berkapasitas 0,25 µf

4. Centrifugal Governer Advancer

Centrifugal Governer Advancer pada distributor mobil

Berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin. Bagian ini terdiri dari Governer Weight dan Governer Spring.

5. Vacuum Advancer

Vacuum Advancer pada distributor mobil

Berfungsi untuk memajukan atau mengundurkan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (kevakuman pada Intake Manifold) yang bisa bertambah atau berkurang.

6. Rotor

Rotor pada distributor mobil

Berfungsi untuk membagikan arus listrik bertegangan tinggi yang telah dihasilkan oleh ignition coil ke busi di masing-masing silinder sesuai urutan pengapian (Firing Order).

7. Distributor Cap (Tutup Distributor)

Tutup distributor mobil

Berfungsi untuk membagikan arus listrik bertegangan tinggi yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder sesuai urutan pengapian.

8. Distributor Gear

Distributor gear pada distributor mobil

Berfungsi untuk menggerakkan rotor. Gear pada distributor ini digerakkan oleh camshaft pada mesin. Jumlah gigi pada gear distributor ada 12 buah gigi. Jika camshaft pada mesin berputar 2 kali putaran, maka gear pada distributor juga akan berputar sampai 2 kali putaran, dan crankshaft berputar sampai 4 kali.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Listrik (Electricity) adalah fenomena fisika (physics) yang muncul dari adanya aliran muatan listrik (muatan positif atau muatan negatif). Dalam dunia Otomotif, listrik menjadi salah satu aspek yang berperan penting dan menjadi salah satu energi dalam menjalankan atau mengaktifkan suatu sistem pada kendaraan.

Pengertian listrik

Listrik berfungsi untuk menyalakan mesin, mengisi ulang baterai, mengaktifkan sistem pengapian, dan mengaktifkan komponen-komponen kelistrikan lain pada kendaraan. Selain itu, energi listrik juga dapat dimanfaatkan dalam penggunaan peralatan industri otomotif, seperti impact elektrik dan bor elektrik yang termasuk power tool.

Dasar-dasar Kelistrikan

1. Komposisi dari Materi

Segala sesuatu yang ada di alam semesta, terdiri dari banyak sekali Atom. Atom adalah bagian yang sangat kecil dari suatu materi dan merupakan satuan dasar dari materi. Atom terdiri dari neutron, proton, dan elektron. Proton dan Neutron berada di inti atom, sedangkan Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan orbit yang berbeda-beda.

Susunan atom yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron

Proton memiliki muatan listrik positif, elektron memiliki muatan listrik negatif, sedangkan neutron tidak memiliki muatan listrik sehingga bersifat netral. Karena elektron yang bermuatan negatif dan proton yang bermuatan positif saling tarik-menarik, maka elektron dapat terikat dengan inti atom yang memuat proton karena gaya elektromagnetik.

2. Elektron Valensi

Elektron valensi (Valence Electron) adalah elektron yang terletak di orbit terluar atau terjauh pada atom. Karena elektron valensi berada pada orbit paling jauh dari inti atom, maka gaya tarik terhadap inti atom lemah. Sehingga elektron valensi ini dapat keluar dan berpindah ke atom yang lain.

Elektron Valensi atau Valence Electron adalah elektron yang berada di orbit terluar atom

Jenis-jenis Listrik

1. Listrik Statis

Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan benda. Muatan listrik tersebut akan tetap ada sampai muatan tersebut bergerak menjauh dan menjadi arus listrik. Listrik statis terjadi ketika elektron-elektron bebas terpisah dari atomnya masing-masing tetapi tidak bergerak dan hanya berkumpul di permukaan benda tersebut.

2. Listrik Dinamis

Listrik dinamis adalah muatan listrik yang mengalir dan terus-menerus bergerak melalui suatu penghantar atau konduktor. Aliran muatan listrik ini bisa disebut juga sebagai arus listrik. Listrik dinamis terjadi ketika elektron-elektron bebas terpisah dari atomnya masing-masing dan bergerak melalui suatu penghanatar atau benda yang bersifat konduktor.

Listrik dinamis atau bisa disebut juga arus listrik terbagi menjadi 2 macam yakni Arus Listrik Searah (Direct Current) dan Arus Listrik Bolak-balik (Alternating Current). Berikut ini penjelasan tentang macam-macam listrik dinamis.

a. Arus Listrik Searah atau Direct Current (DC)

Arus listrik searah atau Direct Current (DC)

Arus listrik searah atau direct current (DC) adalah arus yang aliran listriknya selalu tetap dan konstan sepanjang waktu dan hanya mengalir ke satu arah, yaitu dari positif ke negatif.

b. Arus Listrik Bolak-balik atau Alternating Current (AC)

Arus listrik bolak-balik atau Alternating Current (AC)

Arus listrik bolak-balik atau alternating current (AC) adalah arus yang aliran listriknya bervariasi atau arah aliran dan besar arusnya selalu berubah-ubah secara berkala.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian konvensional pada mesin bensin berfungsi membakar campuran udara dan bensin (bahan bakar) di ruang bakar pada saat akhir langkah kompresi, sehingga dihasilkan daya mekanik akibat pembakaran tersebut. Sistem pengapian pada kendaraan membutuhkan tenaga listrik, jadi untuk menghasilkan percikan bunga api dibutuhkan tegangan listrik.

Komponen-komponen Sistem Pengapian

1. Baterai (Aki)

Baterai (Aki) berfungsi untuk memberikan (menyuplai) arus listrik ke sistem pada kendaraan. Baterai atau aki terdapat sel listrik yang di dalamnya berlangsung proses elektrokimia yang bersifat reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensi yang tinggi.

Bataerai atau Aki

Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah di dalam baterai dapat berlangsung proses perubahan energi kimia menjadi energi listrik (proses pengosongan), dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi energi kimia (proses pengisian). Pengisian kembali terjadi dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai.

2. Sekering (Fuse)

Sekering atau Fuse

Sekering (Fuse) berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus listrik pada suatu rangkaian. Sekering akan terputus bila arus listrik yang melewati sekering melebihi batas arus maksimal yang tertera pada body sekering.

Berikut identifikasi warna dari kapasitas sekering :
Identifikasi warna dari kapasitas sekering

3. Kunci Kontak (Ignition Switch)

Kunci kontak (Ignition switch) berfungsi untuk menghubungkan dan memutus arus listrik dari baterai ke rangkaian primer pada sistem pengapian. Pada kunci kontak terdapat beberapa terminal, untuk mobil produk Eropa terdiri dari 30, 15, 50 sedangkan untuk mobil produk Jepang terdiri dari B, IG, ST, ACC.

Kunci kontak atau Ignition Switch

Fungsi masing-masing terminal :
  • Terminal B / 30 (Baterai) untuk arus/tegangan listrik dari baterai
  • Terminal IG / 15 (Ignition) untuk menghubungkan arus listrik dari baterai ke coil
  • Terminal ST / 50 (Starter) untuk menghubungkan arus listrik dari baterai ke motor starter
  • Terminal ACC (Accesoris) untuk menghubungkan arus listrik dari baterai ke sistem aksesoris mobil

4. Resistor (External / Internal)

Resistor pada Igntion coil ada yang External dan Internal. External Resistor berarti resistor berada di luar Ignition Coil, sedangkan Internal Resistor berarti resistor berada di dalam Ignition Coil. Resistor berfungsi untuk mengurangi penurunan tegangan pada kumparan sekunder pada saat mesin berputar pada putaran tinggi.

5. Ignition Coil

Ignition Coil berfungsi untuk merubah arus listrik bertegangan 12 V yang diterima oleh baterai menjadi arus listrik bertegangan tinggi (10 kV atau lebih). Di dalam coil terdapat 2 kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.

Ignition Coil dan bagian-bagiannya

Ciri-ciri kumparan primer :
  • Menciptakan medan magnet
  • Jumlah lilitannya hanya sedikit (sekitar 500 lilitan)
  • Luas penampangnya besar

Ciri-ciri kumparan sekunder :
  • Merubah induksi magnet menjadi listrik tegangan tinggi
  • Jumlah lilitannya banyak (sekitar 30.000 lilitan)

6. Distributor

Distributor berfungsi untuk membagikan arus tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian (Firing Order).

Distributor pada sistem pengapian konvensional

Komponen pada distributor :
  • Cam Lobe : untuk membuka paltina (breaker point) pada sudut crankshaft yang tepat untuk masing-masing silinder
  • Breaker Point : untuk memutus hubungan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil ke masa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil
  • Kondensor : untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada platina (breaker point)
  • Centrifugal Governer Advancer : untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin
  • Vacuum Advancer : untuk memajukan atau mengundurkan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (kevakuman Intake Manifold) yang bisa bertambah atau berkurang
  • Rotor : untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke busi
  • Tutup Distributor : untuk membagikan arus listrik tegangan listrik yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder dari rotor ke kabel tegangan tinggi

7. Busi (Spark Plug)

Busi atau Spark Plug

Busi (Spark Plug) berfungsi untuk bunga api melalui elektrodanya. Temperatur elektroda busi dapat mencapai kira-kira 2000°C (3632°F) selama langkah pembakaran (langkah kerja), namun suhu tersebut akan turun drastis pada saat langkah hisap karena didinginkan oleh campuran udara dan bahan bakar.

8. Kabel Tegangan Tinggi (High-Tension Cord)

Kabel tegangan tinggi berfungsi untuk mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi dari ignition coil ke busi. Kabel tegangan tinggi harus mampu mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder di dalam ignition coil menuju ke busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran.

Rangkaian Sistem Pengapian Konvensional dan Cara Kerja

Berikut ini adalah rangkaian sistem pengapian konvensional pada mobil

Rangkaian sistem pengapian konvensional pada mobil

1. Ketika kunci kontak pada posisi ON

Cara kerja dari sistem pengapian konvensional pada posisi kunci kontak ON

Saat kunci kontak pada posisi ON dan platina (breaker point) masih tertutup, arus mengalir dari baterai melewati fuse dan relay, kemudian masuk ke terminal (+) ignition coil dan melewati kumparan primer. Lalu arus listrik keluar melalui terminal (-) ignition coil dan masuk ke breaker point, kemudian ke masa. Terjadi kemagnetan pada coil sehingga terbentuklah medan magnet pada kumparan primer ignition coil.

2. Ketika platina (breaker point) terbuka

Cara kerja dari sistem pengapian konvensional saat platina membuka

Saat platina membuka, arus yang mengalir melalui platina terputus sehingga terjadi induksi pada kumparan sekunder. Dengan waktu singkat, kumparan sekunder dapat menghasilkan arus listrik bertegangan tinggi. Arus tegangan tinggi pun mengalir dari ignition coil melalui kabel tegangan tinggi menuju ke distributor, lalu distributor membagikan arus tegangan tinggi ke masing-masing busi sesuai dengan urutan pengapian (Firing Order).
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Mesin 4 Tak atau biasa disebut dengan Mesin 4 Langkah adalah mesin yang dalam 1 siklus pembakarannya mengalami 4 kali langkah piston, 2 kali putaran crankshaft, dan menghasilkan 1 kali langkah usaha. Langkah piston tersebut meliputi langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha, dan langkah buang.


Cara Kerja Mesin 4 Tak

1. Langkah Hisap (TMA ke TMB)

Piston bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup intake terbuka dan posisi katup exhaust tertutup. Karena terjadi kevakuman pada silinder, maka campuran bahan bakar dan udara terhisap masuk ke dalam ruang bakar.

2. Langkah Kompresi (TMB ke TMA)

Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup intake dan katup exhaust tertutup. Karena kedua katup tertutup sedangkan piston bergerak naik menekan campuran bahan bakar dan udara sehingga mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara tersebut terkompresi.

Beberapa saat sebelum piston mencapai TMA, busi pada mesin bensin akan memberi percikan api sedangkan nozzle pada mesin diesel akan menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar.

3. Langkah Usaha (TMA ke TMB)

Campuran bahan bakar dan udara yang telah terkompresi memiliki tingkat tekanan yang sangat tinggi dan suhu yang sangat tinggi di dalam ruang bakar. Lalu campuran bahan bakar dan udara tersebut terbakar sehingga mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB dan memberikan tenaga untuk memutarkan crankshaft.

4. Langkah Buang (TMB ke TMA)

Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup intake tertutup dan katup exhaust terbuka. Piston bergerak naik untuk mendorong gas sisa pembakaran menuju ke saluran pembuangan melalui katup exhaust yang sedang terbuka yang kemudian akan diteruskan ke lubang pembuangan.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Mesin 2 Tak atau biasa disebut juga dengan Mesin 2 Langkah adalah mesin yang dalam 1 siklus pembakarannya mengalami 2 kali langkah piston, 1 kali putaran crankshaft, dan menghasilkan 1 kali langkah usaha.

Pengertian dan Cara Kerja Mesin 2 Tak

Cara Kerja Mesin 2 Tak

1. Langkah Pertama (TMA ke TMB)

Piston bergerak dari TMA ke TMB, saat bergerak dari TMA ke TMB piston akan menekan ruang bilas yang berada di bawahnya. Semakin piston mendekati TMB maka tekanan di ruang bilas juga semakin meningkat.

Ketika ring piston melewati lubang pembuangan, gas sisa pembakaran yang berada di dalam ruang bakar akan keluar melalui lubang pembuangan.

Ketika ring piston melewati lubang pemasukan, campuran bahan bakar dan udara yang tertekan di dalam ruang bilas akan terpompa masuk ke dalam ruang bakar, sekaligus mendorong keluar gas yang ada di dalam ruang bakar menuju lubang pembuangan.

Piston akan terus menekan ruang bilas sampai ke TMB, sekaligus memompa campuran bahan bakar dan udara dari ruang bilas menuju ke dalam ruang bakar.

2. Langkah Kedua (TMB ke TMA)

Piston bergerak dari TMB ke TMA, saat bergerak dari TMB ke TMA piston akan menghisap campuran bahan bakar dan udara ke dalam ruang bilas. Percampuran bahan bakar dan udara ini dilakukan oleh karburator.

Ketika ring piston melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara yang terjebak di dalam ruang bakar.

Piston akan terus mengkompresi campuran bahan bakar dan udara yang berada di dalam ruang bakar sampai piston mencapai TMA.

Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi pada mesin bensin akan memberi percikan api sedangkan pada mesin diesel akan menyemprotkan bahan bakar. Percikan api dari busi pada mesin bensin atau semprotan bahan bakar pada mesin diesel, bertujuan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah terkompresi di dalam ruang bakar.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Hand Tool (Peralatan Tangan atau Peralatan Perkakas) adalah peralatan yang digunakan untuk kerja di bengkel. Hand Tool merupakan peralatan yang menggunakan bantuan tangan manusia, tanpa menggunakan tenaga mesin atau listrik. Hand tool sangat berguna dalam berbagai pekerjaan, terutama di bidang otomotif.

Macam-macam Hand Tool

1. Kunci Pas (Open Ended Spanner)

Kunci pas atau open ended spanner

Kunci pas umumnya terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium, dengan tangkai (shank) membentuk sudut 15° pada kedua ujungujungnya dan 90° yang terdapat pada kunci pas khusus. Kunci pas secara umum digunakan untuk mempercepat pelepasan baut atau mur yang kendor.

2. Kunci Ring (Ring Spanner)

Kunci ring atau ring spanner

Kunci ring juga terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium. Kunci ring berfungsi untuk mengendorkan, melepas dan memasang kepala baut atau mur yang mempunyai momen pengencangan yang cukup besar dan memungkinkan dapat bekerja pada ruang yang terbatas.

Pada ujung-ujung kepala kunci ini, terdapat cincin yang berdimensi heksagonal (segi enam) atau lebih pada lubang diameter di dalamnya. Kunci ini lebih kuat dan ringan dari kunci pas dan memberikan cengkraman pada seluruh kepala baut atau mur.

3. Kunci Kombinasi (Combination Spanner)

Kunci kombinasi atau Combination Spanner

Kunci kombinasi merupakan penggabungan dari kunci pas dengan kunci ring. Sehingga kegunaan kunci kombinasi merupakan gabungan dari kunci pas an kunci ring pada masing-masing ujung dalam ukuran yang sama dan merupakan kunci yang saling mengisi kekurangan yang ada pada kunci pas dan kunci ring.

4. Kunci Soket (Socket Wrench)

Kunci Soket atau Socket Wrench

Kunci Soket adalah kunci yang berbentuk silinder dan terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium dan dilapisi dengan nikel. Satu ujung mempunyai dudukan berbentuk segi 4, dan ujung lainnya berdimensi hexagonal yang digunakan untuk melepas atau memasang kepala baut atau mur dengan momen kekencangan lebih besar dari kunci ring dan pas.

5. Perpanjangan (Extention)

Perpanjangan atau Extention

Extension, digunakan untuk menghubungkan handle dengan kunci sok jika mur/baut tidak dapat dijangkau tangkai yang ada. Adapun model sambungan (extention) kunci soket antara lain; universal join, flexible extention bar, dan adaptor solit extention bar.

6. Tuas Pemutar (Handle)

Tuas Pemutar atau Handle

Pemutar kunci sok juga ada berbagai macam bentuk, ada yang fleksible, berbentuk L, bentuk T bisa digeser (sleeding handle), bentuk obeng, rachet dan ada yang menyerupai bor tangan (speed brace).

7. Kunci L (Allen Key Spanner)

Kunci L atau Allen Key Spanner

Kunci L digunakan untuk membuka/mengencangkan baut yang kepala bautnya menjorok kedalam. Ukuran kunci L antara 2 mm – 22 m dan penampangnya berbentuk segi 6 (hexagonal) dan ada yang berbentuk berbentuk bintang.

8. Kunci Inggris (Adjustable Wrench)

Kunci Inggris atau Adjustable Wrench

Kunci Inggris dirancang untuk dapat digunakan untuk memasang ada melepas baut atau mur dengan ukuran bervariasi dengan satu alat, digunakan untuk pekerjaan yang umum. Tidak cocok untuk pekerjaan tertentu. Ukurannya dapat disetel sesuai ukuran baut/mur sampai dengan limit maksimumnya.

9. Tang Kombinasi (Combination Pliers)

Tang Kombinasi atau Combination Pliers

Tang kombinasi merupakan alat yang dapat digunakan untuk menjepit benda kerja, membengkokkan dan memotong kawat dan banyak kebutuhan lain.

10. Tang Jumput (Needle Nose Pliers)

Tang Jumput atau Needle Nose Pliers

Tang jumput atau Tang cucut memiliki ujung meruncing menyerupai moncong buaya. Digunakan untuk memegang benda kecil.

11. Tang Potong (Cutting Pliers)

Tang Potong atau Cutting Pliers

Tang potong digunakan untuk memotong logam-logam kecil seperti kawat, kabel dan lain-lain.

12. Palu (Hammer)

Palu merupaan alat perawatan/perbaikan yang digunakan untuk memukul, memasang dan melepaskan komponen-komponen mesin seperti pada pemasangan bearing, melepas sambungan pada propeller shaft dan sebagainya, serta untuk membentuk benda kerja sesuai keinginan dan disesuaikan dengan bentuk dasar dari palu.

13. Pahat (Chisel)

Pahat digunakan untuk memotong, membuat alur, meratakan bidang, dan membentuk sudut pada benda kerja.

14. Ragum (Vice)

Ragum berfungsi untuk menjepit, menahan, dan menekuk benda kerja.

15. Kikir (File)

Pembentukan serpih pada waktu pengikiran, gigi-gigi kikir yang berbentuk pasak mengambil serpih-serpih kecil dari benda kerja, sehingga terjadi permukaan yang mengkilap.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Pengertian otomotif serta cabang-cabang ilmunya

Otomotif (Automotive) atau Teknik Otomotif adalah salah satu cabang ilmu dari Teknik Mesin yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membuat, dan mengembangkan alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, seperti sepeda motor, mobil, bis, dan truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanis (mechanical), listrik (electrical), elektronik (electronics), keselamatan kerja (safety) serta matematika (mathematics), fisika (physics), kimia (chemical), biologi (biology), dan manajemen (management).

Cabang-cabang Teknik Otomotif

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan (Planning) adalah cabang dan pengertian otomotif yang menjelaskan tentang perencanaan produk dan desain kendaraan-kendaraan bermotor/bermesin. Seseorang akan mempelajari tentang produk-produk pabrik yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan di bidang transportasi.

2. Pengembangan (Development)

Pengembangan (Development) adalah cabang dan pengertian otomotif yang mempelajari tentang proses pengembangan dari produk-produk yang akan dibuat. Agar produk ini bisa terus meningkatkan laba industri otomotif. Pemikiran akan varian-varian kendaraan juga bagian dari proses pengembangan (developing), yakni menciptakan inovasi baru seiring berkembangnya teknologi. Proses pengembangan dibagi menjadi dua, yaitu pra-produksi dan pasca-produksi.

3. Produksi (Manufacture)

Produksi (Manufacture) adalah cabang dan pengertian otomotif yang mulai mengarahkan pada proses produksi dan implementasi dari perencanaan dan ide-ide pengembangan produk. Kegiatan pabrik-pabrik manukfatur atau perakitan kendaraan dan alat transportasi darat lainnya (seperti sepeda motor dan mobil) mulai memproduksi berbagai macam produk kendaraan sesuai dengan desain yang sudah direncanakan dan juga dikembangkan.

4. Pemeliharaan (Maintenance)

Pemeliharaan (Maintenance) adalah cabang dan pengertian otomotif yang mempelajari tentang bagaimana cara melakukan pemeliharaan dan perawatan pada kendaraan agar kendaraan tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Proses pemeliharaan (maintenance) tebagi menjadi dua macam, yaitu preventive maintenance dan corrective maintenance.

Materi-materi Teknik Otomotif

Ada banyak sekali materi-materi yang bisa dipelajari dalam ilmu otomotif. Mulai dari pengertian, bagian-bagian, sistem-sistem, cara kerja, komponen-komponen, sampai dengan teknologi-teknologinya. Berikut ini materi-materi utama pada teknik otomotif.

1. Pengetahuan Dasar Otomotif (Basic Automotive Knowledge)

Materi ini memuat tentang pengetahuan dasar dari ilmu otomotif seperti spesifikasi kendaraan, peralatan (tools) yang dibutuhkan dalam dunia otomotif, komponen-komponen pengikat (fastener), bahan bakar (fuel) dan bahan pelumasan (lubrication), keselamatan (safety), sampai dengan dasar-dasar kelistrikan.

2. Mesin (Engine)

Materi ini memuat tentang hal-hal yang yang berkaitan dengan mesin seperti macam-macam mesin kendaraan, pengertian,karakteristik, komponen-komponen, hingga cara kerja dari sistem-sistem yang terdapat pada mesin. Mesin adalah bagian pada sebuah kendaraan yang menjadi sumber tenaga penggerak yang membuat sebuah kendaraan mampu bergerak dan dapat digunakan untuk bertransportasi.

3. Pemindah Daya (Power Train)

Materi ini memuat tentang bagian-bagian yang beperan dalam menyalurkan tenaga yang dihasilkan dari mesin (engine) pada kendaraan. Sistem pemindah daya memiliki bagian-bagian tersendiri yang berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin menuju ke roda-roda kendaraan.

4. Sasis (Chassis)

Materi ini memuat tentang bagian-bagian yang berperan untuk menyangga tubuh (body) kendaraan. Sasis (chassis) juga berfungsi sebagai penyerap atau peredam kejutan dari roda yang disebabkan dari kondisi jalanan sehingg kejutan yang berasal dari roda tidak diteruskan ke tubuh (body) kendaraan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pengguna kendaraan yaitu pengemudi maupun penumpang.

5. Kelistrikan (Electrical)

Materi ini memuat tentang hal-hal pada kendaraan yang bersifat kelistrikan (electrical) seperti rangkaian listrik (wiring diagram), komponen-komponen pada kelistrikan kendaraan, serta sistem-sistem pada kendaraan yang membutuhkan energi listrik agar berfungsi dengan baik seperti sistem penerangan (lighting system) pada kendaraan.

6. Air Conditioner (AC)

Materi ini memuat tentang hal-hal yang berkaitan dengan Air Conditioner (AC) yaitu sebuah sistem yang berfungsi untuk menjaga kondisi udara dalam suatu ruangan agar suhu (temperature), kelembaban (humidity), kejernihan (purity), dan sirkulasi udara dalam ruangan pada kendaraan dapat terjaga.

7. Teknologi (Technology)

Materi ini memuat tentang teknologi-teknologi yang telah diterapkan dan digunakan pada kendaraan.
Share
Tweet
Pin
Share
No Komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me


Seorang lulusan SMK yang hobi
blogging, mendengarkan lagu,
dan membaca buku.

[ Read More ]

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2025 (16)
    • ▼  September (8)
      • Mesin Diesel | Pengertian, Karakteristik, dan Prin...
      • Distributor | Pengertian dan Komponennya
      • Listrik | Pengertian, Dasar, dan Jenisnya
      • Sistem Pengapian Konvensional | Komponen dan Cara ...
      • Mesin 4 Tak | Pengertian dan Cara Kerja
      • Mesin 2 Tak | Pengertian dan Cara Kerja
      • Hand Tool | Pengertian, Macam, dan Fungsinya
      • Otomotif | Pengertian serta Ilmu Pengetahuannya
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2021 (5)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (5)
    • ►  November (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  July (1)

Copyright © 2015 Fajar Dwi